The Air

He’s simply the air. Always around, though often you don’t notice. But when he left, you feel something missing.

He’s the warm feeling like when you get when you curl up on bed under a blanket  in the cold night.

He’s the cool breeze that you get when you turn on the air-con on a hot summer mid-day.

He’s simply the air.

And I’m so grateful that he’s mine…

 

[13-10-10.. Happy birthday, hun..]

Cermin

Kenapa cuma kamu yang bisa hidup bebas?

Bayangan di cermin itu menatap iri pada gadis di depannya. Pada rambut hitam ikalnya yang indah, pipinya yang merona, mata coklat besarnya..

Aku juga punya semua yang kamu punya. Tapi aku terjebak di sini, sementara kecantikanmu bebas untuk dikagumi orang. Kamu harus rasakan yang aku alami.

I won’t forgive you because you’re free!!

Pagi itu sang gadis berbeda dari biasanya. Dia kelihatan puas pada dirinya sendiri. Kecantikannya tampak lebih memukau. Rambut hitamnya ikalnya lebih berkilau. Mata coklatnya lebih bersinar.

Dia melirik cermin kesayangannya di sudut ruangan. Seulas senyum aneh terbentuk di bibirnya yang indah. Lalu, ditinggalkannya kamar itu, tanpa bercermin seperti hari-hari lainnya.

Sesosok bayangan menatapnya dari dalam cermin. Keputus-asaan terpancar dari sorot mata coklatnya. Tangannya lemah memukul permukaan cermin. Mulutnya bergerak-gerak tanpa suara… membentuk kata, “Tolong..”

Emo

I think I’ll keep my suicidal emo with me, because afterall, a poet needs the pain.

But, hey wait, I’m not even a poet!

:p

Ponsel

Ponselnya berdering-dering. Bergetar. Berbunyi. Menyala.

Di pojok ruangan dia meringkuk. Tidak mau mengangkatnya.

Incoming call dari ayahnya yang meninggal tepat setahun lalu.

Senja Merah

Indah sekali, batinnya. Dia selalu suka senja yang seperti ini. Kumpulan awan di barat tampak memerah mengiringi kepergian matahari. Sedikit rona pada langit yang biasanya biru cerah.

Sayang sekali dia terlambat menyadarinya. Kakinya telah melangkah melewati batas pagar, membawa serta seluruh tubuhnya. Tapi, ini kan gedung berlantai 40. Mudah-mudahan saja masih ada waktu yang cukup lama sebelum dia menghantam aspal di bawah sana. Cukup lama untuk menikmati senja merah yang indah ini.