Mengejar Jeremy Renner

With a face like this, who am i not falling for him?

He’s Doyle, the sniper, in 28 Weeks Later. He’s Sergeant William James in The Hurt Locker. He’s Agent William Brandt in Mission Impossible Ghost Protocol. And he’s Agent Clint Barton aka Hawkeye in The Avengers (and i’m the Black Widow to that Hawkeye, haha).

Jeremy Lee Renner. Atau yang lebih dikenal sebagai Jeremy Renner. Ternyata saya udah lama tau tampangnya. Sempet mencuri perhatian dari sekian banyaknya episode CSI Las Vegas yang saya tonton. Season 2 episode 6, tepatnya. He was Roger Jennings, a bad boy, criminal. And cute. Haha.

Jeremy Renner as Doyle in 28 Weeks Later

Baru denger soal dia lagi pas barisan pemaen The Avengers tersiar. Ga gitu ngeh sampe liat-liat gambarnya di lelucon The Avengers di 9gag. And i was like, ‘i knew this guy somewhere’. Then i remember CSI. What a long way back there xD

Jeremy Renner as William James in The Hurt Locker

Setelah nonton The Avengers kedua kalinya, dimulailah perjalanan mengejar Jeremy Renner. I feel like i’m having so little time to catch up this guy. I missed him during his finest movies, The Hurt Locker & Mission Impossible Ghost Protocol. Dengan koneksi internet yanasib yasalam, dimulailah pendonlotan yang memakan waktu sehari semalem cuma buat donlot 2 film itu doang.

But it was worth it. He’s cool & hot at the same time. Dan seperti pengamatan saya dan Takodok, he has damn nice a**! Haha. Cukup laaah untuk jadi distraksi. Kalo pingin tau, coba liat The Hurt Locker, pas adegan dia lagi sikat gigi di wastafel sambil ngobrol ama Sanborn. Atau di Mission Impossible Ghost Protocol, pas dia narik Ethan Hunt di jendela hotel, dan pas dia siap-siap mo terjun ke kipas gede di sebuah server. Ahahaha. Hey, it’s not like i’m being perverted. Tersaji begitu saja kok, rugi kan kalo ngga diliat? ^^

Jeremy Renner as Hawkeye in The Avengers. Tampak depan & belakang, hihi 😀

Saking ga ada kerjaannya, saya suka bengong aja ngeliatin foto-foto dia pas jadi Hawkeye. And then i realized something: he’s left-handed, no? That’s cute. Irrelevant, but still cute xD

Dari info yang saya dapet hasil nge-IMDb, tokoh William Brandt ini diciptakan sebagai pengganti Ethan Hunt, kalo Tom Cruise mutusin untuk cabut dari Mission Impossible. Dia bahkan melakukan adegan hovering yang jadi signature-nya Tom Cruise di Mission Impossible. Aw, you’ve become that big, eh Renner?

Jeremy Renner as William Brandt in Mission Impossible Ghost Protocol

Yang terbaru, dia bakal muncul di Bourne Legacy dan film Hansel and Gretel. Can’t wait to see him there. Lalu berlanjutlah perjalanan saya mengejar Jeremy Renner 😀

PS: I don’t care about rumour involving his sexual preference, whether it’s true or not. I think it’s irrelevant to his look and his acting. Besides, it’s not like i’m gonna marry him or anything, right? 

Drama of 2011/2012 Season

Minggu malam (13 Mei 2012) kemarin di Liga Inggris adalah drama. Sedrama-dramanya. Dua gol Manchester City ke gawang QPR di injury time. Fantastis. Oh well, MU pernah juga gitu sih. Pas final Liga Champions tahun 1999, MU (lewat Sheringham & Solskjaer) bikin 2 gol. Bayern Munich yang udah unggul 1-0 pun terdepak dari tahta juara yang nyaris mereka raih. Drama semacem itu terulang lagi tadi malem. Manchester City unggul 3-2, dan supremasi MU pun tergeser. Mirisnya itu liat tampang pemaen-pemaen MU, baru aja seneng-seneng, eh dapet kabar City menang lawan QPR. Oh well.

Actually, it was kinda funny to see Phil Jones’ disbelief expression >_<

Phil Jones. This isn’t his expression from last night’s match. It’s only so u can see his rather stupid face xD (pic from goal.com)

I’m gutted with the result. Of course. MU is the main reason why I love football in the first place. Pertama liat Eric Cantona dan Peter Schmeichel beraksi itu rasanya kayak ada yang nyalain AC di kamar yang sumpek. Kayak seteguk air putih dingin setelah puasa seharian. Or just like a beautiful melody playing in your ears.

Eric “The King” Cantona. Check his collar, high like a king 😀 (pic from soccernews.com)
Peter Schmeichel, the Dannish goalkeeper. Come at me, bro! (pic from sabotage.com)

And so it was, I was drawn just like that to Manchester Utd. Seakan haus mengejar apa yang telah terlewatkan, hampir tiap pertandingan sepakbola Liga Inggris pun ditonton, apalagi MU. Ga boleh ada yang ajak ke mana-mana. Setia di depan tv. Haha.

Life happened, dan saya pun ga segitu laparnya akan MU. Mulai ga rajin ngikutin pertandingannya. Cuma mantau skor pertandingan sekadarnya. But no doubt, Manchester Utd still in my blood. Dan sama kayak Eric Cantona dan Peter Schmeichel yang bikin saya terjebak ke merahnya Manchester, kali ini seorang striker mungil bernama Chicharito bikin saya kepincut lagi ama kesebelasan satu ini. Oke, dia mungkin ga semungil itu. He’s 175 cm. Tapi cukup pendek lah kalo dibandingin ama Van Der Sar (oke, siapa pun akan keliatan mungil dibanding kiper 197 cm ini), atau Rio Ferdinand (189 cm), atau Phil Jones (180 cm).

Yes, Chicharito, Manchester Utd is in my heart, too :3 (pic from groupfootball.com)
Chicharito, the Mexican striker of Manchester Utd 😀 (pic from mexicotoday.com)

Someone please stop me, or I’ll rant endlessly about Chicharito :p

Anyway, penampilan MU musim 2011/2012 ini emang ga terlalu gemilang. Masih perkasa. Hanya aja, ga terasa istimewa. Tertatih-tatih di beberapa langkah. Saat kembali berlari, eh malah kesandung. Alhasil, drama pun masih bertiup sampai detik-detik terakhir pertandingan.

But, Manchester United is in my blood. Then and now. From that one day in more than 15 years ago, until now and ever.