New Journey

Sore ini, sebuah email masuk ke inbox. Email yang sepertinya bakal jadi salah satu tonggak bersejarah di masa hidup saya. Norak ya? Lebay ya? Gpp deh. Mohon dimaklumi aja. Ga tiap hari nerima email gini 😀

Plot Point, book publisher yang Kelas Nulis Novel Dasar-nya pernah saya ikutin tahun lalu, bikin project untuk nerbitin novel bagi alumnusnya. Bareng ama Vanny, saya ikutan project itu dengan bikin proposal naskah novel. Di-submit pada detik-detik terakhir (thanx to ur dedication, bebeb Vanny). Sepuluh hari setelah deadline, pengumuman pun di-email-kan.

Rasanya scroll down paling mendebarkan yang bisa saya ingat. Nama saya & Vanny pun terpampang. Which means, our novel is gonna be published!

Omaigat-omaigat!

I’m speechless. Vanny called and she sounded hysterical.

A door had just opened in front of us. Our journey had just started.

Novel Supernatural: Nevermore and Witch’s Canyon

Akhirnya, dua novel Supernatural menyesaki koleksi buku-buku saya. Koleksi yang sepertinya bakal dilego ama hubby kalo masih juga saya geletakin seenak-enaknya gitu :p

Yang pertama, judulnya Nevermore. Kalo diterjemahin, jadinya Horor Edgar Alan Poe, soalnya ceritanya emang berkisar pada serentetan pembunuhan yang diinspirasi kisah-kisah karya master horor klasik itu. Salah satunya, The Tell-Tale Heart. Bagi saya, novel ini lucu. Sam & Dean terasa hidup di sini. Dialog-dialognya seakan benar-benar keluar dari mulut Winchester bersaudara itu. Saking kuatnya karakter mereka, saya bahkan bisa ngebayangin ekspresi & intonasi saat mereka bercakap-cakap.

Tapi sayangnya, ceritanya kurang kuat. Terlalu sepele. Darahnya sedikit. Alasan pembunuhannya kurang oke.

Novel kedua berjudul Witch’s Canyon. Versi terjemahannya dikasi judul Ngarai Penyihir. Nah kalo yang ini, ceritanya oke. Korbannya tercabik-cabik, penuh darah, dan banyak. Ketegangannya juga cukup terbangun.

Tapiiiii… dialog-dialognya cenderung muram. Saya ga bisa ngebayangin kalimat-kalimat itu keluar dari mulut Sam atau Dean. Kenangan mereka akan masa kecil dan ayahnya juga sedih dan tidak menyenangkan. Ga tau sih ya, apakah karakter John Winchester yang diciptakan Eric Kripke sebagai ayah mereka emang keras seperti itu. Tapi kalo liat serialnya, sepertinya ga sekeras itu (or simply i’m distracted by James Dean Morgan & Matt Cohen who both played as John :p). Jadi, karakter Sam & Dean yang di novel ini seperti sisi lain mereka yang baru saya kenal.

Anyway, selama saya masih addicted ama Supernatural, i don’t mind. So keep ‘em coming! ^o^

Book Wishlist

Wizards: Magical Tales from the Masters of Modern Fantasy

Buku ini ditulis keroyokan. Berhubung saya emang demen baca kisah fantasi semacem ini, saya langsung naksir buku ini sejak liat wujudnya doang. Hehe, belum dibaca sih. Jadi belum tau juga bagus atau ngganya. Sayangnya di Gramedia adanya yang versi terjemahan, sedangkan saya dengan belagunya pinginnya yang versi bahasa Inggris. Untungnya, Tuhan sayang ama saya. Lewat seorang teman saya dapetin buku ini sebagai kado ultah yang telat. Hohoho…

The Supernatural Books of Monsters, Demons, Spirits and Ghouls


John Winchester’s Journal

Dua buku di atas ditulis oleh Alex Irvine, dan merupakan official books dariSupernatural TV Series. Dean & Sam Winchester (and Castiel, their guardian angel) itu guilty pleasure saya. So I want the books ^^

Masih dicari: donatur yang mau beliin 2 buku Supernatural karya Alex Irvine di atas. Anda kah orangnya?