Bebas Rontok dengan Sariayu Hijab Intense Series

Kayaknya gak ada ya yang gak pingin rambut sehat bebas rontok. Apalagi para perempuan. Walau berhijab sekalipun, rasanya senang kalau rambut tumbuh lebat dan indah. Tapi gak sedikit juga yang bermasalah dengan rambutnya. Yang ketombean lah, bercabang lah, atau malah rontok. Terus terang, bagi saya, yang terakhir ini paling serem. Menyaksikan rambut rontok tiap keramas atau menyisir itu cukup bikin stress loh. Dan sialnya, itu yang saya alami.

Padahal waktu kecil, rambut saya lebat dan hitam. Memang sih ikal dan berantakan. Tiap helainya seakan punya kehendak sendiri yang berlawanan dengan keinginan saya. Tapi hei, setidaknya rambut saya sehat-sehat aja. Hal yang saya tidak syukuri, karena mulai masa kuliah (alias masa-masa pemberontakan), saya mulai rajin bereksperimen dengan rambut saya, tanpa diimbangi dengan melakukan perawatan. Mulai dari di-smoothing, dicat, di-bleach, sampai dicatok. Hasilnya seperti yang bisa ditebak, rambut saya menderita dan rusak. Kering, bercabang, dan yang paling saya takutkan pun terjadi. Yap, rambut saya kian menipis karena rontok.

Saya mulai melakukan perawatan rambut rutin, sejauh keadaan dompet saya mencukupi lah. Dan selama gak lupa atau malas. Hihihi. Kurang maksimal jadinya. Selain itu, sudah agak terlambat karena the damage is done. Segala merek shampoo anti rontok pun jadi langganan.

Saat saya berhijab, masalah baru pun muncul. Rambut jadi lepek kalo ditutupi seharian. Apalagi cuaca Jakarta yang ampun deh gerahnya. Sering keramas salah, jarang keramas pun salah. Saya pun jadi punya lebih dari satu shampoo di kamar mandi, untuk dipakai sesuai kebutuhan. Kalo rambut lagi lepek, saya pake shampoo A. Kalo lagi kering, saya pake shampoo B. Repot ya? Hahaha.

Karena saya juga mulai peduli pada komposisi produk yang saya pake, makanya sedikit banyak saya perhatikan bahan-bahan pembuatnya. Saya cari yang natural dan tidak diuji coba ke hewan. Jangan lupa juga soal halalnya, biar makin afdol.

Lalu saya bertemu dengan shampoo hair fall keluaran Sariayu Hijab Intense Series (jeng-jeng-jeng!). Dari bahannya, udah gak diragukan lagi kealamiannya. Sariayu kan sudah lama dikenal dengan produk-produknya yang mengandung bahan alami. Ada logo halalnya pula, jadi aman deh pakenya. Terlebih lagi, Sariayu ini kan produk lokal buatan Indonesia. Bangga dong pake produk Indonesia bermutu seperti ini.

Gambar diambil dari http://www.sariayu.com/hijab-series/

Sampai saat ini, rambut rontok saya berkurang. Jadi gak terlalu stress lagi saat waktu keramas dan menyisir rambut. Rambut juga gak lepek walaupun ditutup seharian. Kandungan ekstrak kacang polong dan kedelai ini memiliki 3 langkah intensif, yaitu:

  • Mengurangi kerontokan rambut
  • Membantu menguatkan akar dan inti rambut
  • Membantu melindungi dan memperbaiki rambut dari kerusakan

Tepat seperti yang saya butuhkan. Wanginya juga segar dan tahan lama. Rambut berkerudung kan gampang berkeringat yang memicu terjadinya bau tak sedap ya. Nah kalo pake ini, pas buka kerudung, rambut tetap wangi. Mau lebih optimal perawatannya? Jangan lupa pakai Sariayu Hijab Conditioner, Hair Tonic Lotion, dan Hair Mist.

Buat kamu-kamu yang berhijab, ada tips tambahan nih dari saya. Buka deh web www.diaryhijaber.com dan bergabung bersama komunitas hijaber terbesar di Indonesia. Banyak loh manfaatnya. Kita bisa bertukar cerita, pengalaman, dan tips seputar fashion, life style, atau makanan halal. Seru kan?

 

 

Pisang si Buah Banyak Manfaat

Yang udah punya anak pasti akrab ama buah satu ini: pisang. Hampir semua bayi yang masuk usia MPASI pasti nyicipin yang namanya pisang kerok, yaitu pisang yang dikerok tipis pake sendok. Bayi pasti doyan lah, pisang kan manis. Ditambah lagi mengenyangkan, jadi praktis banget.

Langit juga paling suka pisang. Dikerok langsung atau dihancurkan di mangkoknya, dia pasti makan dengan lahap. Sampai sekarang pun dia sering menunjuk pisang dengan hepi, minta dikupasin. Bedanya dia sekarang gak mau disuapin, maunya pegang dan makan sendiri. Maklum, udah 20 bulan usianya.

Bangun tidur kumakan pisang…

Gak cuma anaknya, emaknya pun doyan pisang. Gampang didapat dan gampang dimakan, dua hal yang jadi alasan pertama bagi orang malas kayak saya. Apalagi pas tau manfaatnya bagi tubuh, makin doyan deh. Yang suka bad mood, boleh loh dimakan pisangnya. Biasanya cewek kalo lagi datang bulan kan suka mood swing parah. Nah, waktu yang pas untuk makan pisang. Ini gara-gara kandungan potasium-nya yang bermanfaat melawan bad mood. Karena mengandung serat tinggi, makanya pisang itu anti sembelit dan bikin kenyang, jadinya cocok buat diet. Tapi jangan kayak saya ya, makan pisangnya abis melahap seporsi nasi padang. Diet? Apa itu diet?

Ternyata emang bener ya, pisang ini bagus dimakan para cewek saat datang bulan. Selain masalah bad mood tadi, pisang juga mencegah anemia. Yang tensi darahnya suka drop atau malah melonjak juga wajib makan pisang nih, karena pisang menjaga tensi darah di angka stabil.

Mau tau manfaat lainnya? Pisang juga mengandung vitamin C yang jago melawan radikal bebas. Radikal bebas ini berbahaya loh, karena dapat menyebabkan penyakit kronis, kerusakan DNA, serta kerusakan jaringan. Nah yang bisa melawan radikal bebas ini antara lain adalah antioksidan, yaitu senyawa pelindung sel yang didapati dari buah dan sayuran. Antioksidan ini banyak didapati dari makanan yang mengandung vitamin E, vitamin C, dan karotenoid. Selain enak rasanya, ternyata mengonsumsi pisang banyak banget manfaatnya ya.

Yang jadi masalah cuma satu, saya gak pinter milih pisang yang bagus. Kalo belum dicicipi, saya gak bakal tau mana pisang yang sudah matang atau masih mentah, dan mana yang enak atau kurang enak. Seperti kita tau, jenis pisang di Indonesia ini kan banyak bener. Nah, makanya daripada repot, mending pilih buah dari Sunpride yang mutunya udah terjamin. Asal pilih pun gak akan kena zonk. Begitu pun dengan pisang cavendish Sunpride. Gampang didapat. Di minimarket depan rumah, ada. Di supermarket yang agak jauhan dari rumah pun banyak. Di tukang buah yang ada di ujung jalan juga tersedia.

Harganya gak mahal koook…

Sukanya buah impor dong? Eh jangan salah, pisang cavendish ini buah lokal loh. Pisang cavendish Sunpride ditanam di perkebunan milik Group Gunung Sewu yang ada di Lampung. Mungkin karena kulitnya kuning cerah dan mulus ya makanya dikira buah impor. Padahal ini dikarenakan perawatan yang maksimal mulai dari pemilihan bibit dan pengemasannya. Pisang cavendish Sunpride ini dikembangbiakan lewat metode kultur jaringan. Metode ini lebih unggul dibanding metode anakan, karena bibit pisang hasil metode kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense.

Ah, pisang kan harus beli satu sisir. Kebanyakan. Susah ngabisinnya. Wah belum tau ya, pisang cavendish Sunpride dijual dalam jenis cluster, finger, dan single. Cluster itu terdiri dari 3-8 fingers, finger terdiri dari 1-2 fingers, sedangkan single hanya ada 1 finger. Yah namanya juga single alias jomblo, jadinya sendirian deh. Tapi Sunpride memperlakukan pisang jomblonya dengan istimewa, yaitu dengan dikemas dalam plastik khusus yang berlubang, sehingga menjaga suhu buah dan mencegah pertumbuhan jamur.

Saya sendiri kalo beli pisang pasti yang cluster, secara sekeluarga doyan semua. Kalo gak abis, bisa diolah jadi makanan lain. Banana cake, misalnya. Kalo ini, Langit lebih suka lagi. Bocah ini paling doyan makanan seperti cake atau roti. Olahan pisang lain yang lebih praktis itu banana pancake. Resep ala pemalas macam saya ya tinggal dihancurkan pisangnya, tambahkan tepung dan susu cair secukupnya. Tuang di atas wajan anti lengket yang dikasi margarin. Enak deh, pinggirnya asin margarin, tengahnya manis pisang. Praktis dan cepat untuk sarapan atau cemilan.

Kalau punya roti tawar, juga bisa bikin kreasi cemilan bergizi dan mengenyangkan dengan pisang. Potong-potong pisang memanjang, gulung dengan roti tawar yang sudah dipipihkan. Panggang di atas wajan anti lengket. Sajikan dengan topping susu kental manis, keju, atau topping favorit lainnya. Simpel kan?

Tuh, kurang apa deh pisang Sunpride ini. Makanya, pisang pasti Sunpride!